Togel di Berbagai Negara: Bagaimana Singapura dan Hong Kong Mengaturnya?

KASINOJITU Di banyak negara Asia, permainan tebak angka atau yang akrab kita sebut sebagai togel (toto gelap) merupakan fenomena budaya yang kuat. Namun, pendekatannya sangat berbeda jika kita melihat dua pusat ekonomi Asia: Singapura dan Hong Kong.

Alih-alih melarangnya secara total, kedua wilayah ini memilih untuk melakukan regulasi ketat. Tujuannya jelas: mengalihkan pasar gelap ke sistem yang legal, transparan, dan memberikan kontribusi kembali kepada masyarakat.


1. Singapura: Sistem Monopoli “Singapore Pools”

Di Singapura, satu-satunya lembaga yang diizinkan menyelenggarakan permainan angka adalah Singapore Pools. Didirikan pada tahun 1968, lembaga ini dibentuk oleh pemerintah untuk memberantas sindikat perjudian ilegal yang marak pada masa itu.

Mekanisme Pengaturan:

  • Legalitas Tunggal: Hanya Singapore Pools yang memiliki lisensi sah. Situs atau agen lain dianggap ilegal dan pelakunya dapat dikenakan hukuman berat.
  • Pajak dan Kontribusi Sosial: Seluruh keuntungan dari Singapore Pools disalurkan ke Tote Board, sebuah badan di bawah Kementerian Keuangan. Dana ini digunakan untuk membiayai proyek seni, olahraga, kesehatan, dan pendidikan di Singapura.
  • Perlindungan Pemain: Pemerintah menerapkan aturan ketat seperti batas usia minimal (18 tahun) dan larangan penggunaan kartu kredit untuk bertaruh guna mencegah utang yang tidak terkendali.

2. Hong Kong: Tradisi “Mark Six” dan Jockey Club

Serupa dengan Singapura, Hong Kong memiliki sistem yang sangat terpusat melalui Hong Kong Jockey Club (HKJC). HKJC adalah organisasi nirlaba yang memegang hak eksklusif untuk taruhan pacuan kuda, sepak bola, dan lotre angka yang dikenal dengan nama Mark Six.

Mekanisme Pengaturan:

  • Status Nirlaba: HKJC adalah pembayar pajak terbesar di Hong Kong. Karena statusnya yang nirlaba, keuntungan mereka kembali ke masyarakat dalam bentuk bantuan amal (philanthropy).
  • Transparansi Undian: Proses pengundian Mark Six disiarkan secara langsung di televisi nasional untuk menjamin bahwa angka yang keluar tidak dimanipulasi, sehingga kepercayaan publik tetap terjaga.
  • Kampanye Perjudian Bertanggung Jawab: Hong Kong secara agresif mengampanyekan Responsible Gambling. Mereka menyediakan pusat rehabilitasi bagi pecandu judi yang dibiayai langsung dari hasil keuntungan lotre tersebut.

Perbandingan Utama: Singapura vs Hong Kong

FiturSingapura (Singapore Pools)Hong Kong (Mark Six)
OperatorMilik Negara (Bawah Kemenkeu)Organisasi Nirlaba (HKJC)
Penyaluran DanaTote Board (Infrastruktur & Sosial)Charity Trust (Filantropi & Pajak)
Media UndianLive Drawing di Lokasi KhususSiaran TV Nasional
Tujuan UtamaMemberantas Judi IlegalPenggalangan Dana Sosial & Pajak

Mengapa Mereka Berhasil?

Keberhasilan Singapura dan Hong Kong dalam mengelola permainan angka terletak pada tiga pilar utama:

  1. Kepastian Hukum: Masyarakat tahu mana yang legal dan mana yang tidak. Hal ini meminimalkan ruang gerak bandar ilegal.
  2. Transparansi: Dengan proses undian yang terbuka, spekulasi mengenai “pengaturan skor” atau manipulasi angka dapat ditekan.
  3. Manfaat Sosial: Karena hasilnya digunakan untuk membangun fasilitas umum, masyarakat melihatnya sebagai bentuk kontribusi sosial, bukan sekadar buang-buang uang.

Catatan: Meskipun kedua negara ini melegalkan togel secara terbatas, mereka tetap menerapkan kontrol sosial yang sangat ketat untuk memastikan bahwa perjudian tidak menjadi masalah sosial yang merusak tatanan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *