seva1000 Permainan tebak angka atau yang lebih dikenal dengan sebutan Togel (Toto Gelap) telah menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Meskipun saat ini statusnya ilegal dan dipandang kontroversial, sejarah mencatat bahwa praktik ini pernah dikelola secara resmi oleh pemerintah.
1. Masa Kolonial Belanda: Awal Mula Masuknya Toto
Praktik judi angka pertama kali masuk ke Nusantara pada masa penjajahan Belanda. Saat itu, pemerintah kolonial menggunakan sistem lotere untuk menghimpun dana guna membangun infrastruktur dan fasilitas publik. Di kota-kota besar seperti Batavia (Jakarta), perjudian angka menjadi hal yang umum dan legal bagi kalangan tertentu.
2. Era Kemerdekaan dan Orde Lama
Setelah Indonesia merdeka, praktik judi angka tidak langsung hilang. Pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno, sikap pemerintah terhadap perjudian mulai berubah.
- Pemberantasan Judi: Pemerintah menganggap judi bertentangan dengan moral bangsa dan ideologi revolusi.
- Larangan Resmi: Melalui berbagai peraturan, pemerintah berupaya menutup tempat-tempat perjudian demi menjaga ketertiban umum.
3. Era Orde Baru: Masa Keemasan Lotere Legal
Fenomena paling menarik dalam sejarah togel terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru. Di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, pemerintah melegalkan beberapa jenis undian angka dengan dalih pengumpulan dana sosial dan olahraga.
SDSB dan Porkas
Dua istilah yang paling melegenda adalah Porkas (Pusat Olahraga Sehat) dan SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah).
- Tujuan: Dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai kegiatan olahraga dan program kesejahteraan sosial.
- Polemik: Meskipun menghasilkan dana besar untuk pembangunan, program ini menuai protes keras dari para tokoh agama dan masyarakat karena dianggap sebagai perjudian yang merusak moral rakyat kecil.
- Penutupan: Akibat tekanan massa yang masif pada awal tahun 1990-an, pemerintah akhirnya mencabut izin SDSB dan menyatakan segala bentuk undian angka serupa sebagai tindakan ilegal.
4. Lahirnya Istilah “Togel” (Toto Gelap)
Setelah penutupan SDSB secara resmi, praktik tebak angka tidak benar-benar mati. Kegiatan ini justru masuk ke ranah bawah tanah (underground). Karena dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan di luar hukum, masyarakat mulai menyebutnya sebagai Togel atau Toto Gelap.
Para bandar mulai mengoperasikan jaringan lokal secara tertutup, dengan sistem setoran melalui pengepul menggunakan sobekan kertas kecil.
5. Era Digital: Togel di Ujung Jari
Memasuki abad ke-21, perkembangan teknologi internet mengubah lanskap togel di Indonesia.
- Migrasi ke Online: Togel tidak lagi dilakukan dengan kertas fisik, melainkan melalui situs web dan aplikasi.
- Pasar Internasional: Pemain kini bisa memasang angka untuk berbagai pasaran luar negeri seperti Singapura (SGP), Hong Kong (HK), hingga Sydney (SDY).
- Tantangan Hukum: Meskipun pemerintah melalui Kementerian Kominfo terus melakukan pemblokiran terhadap ribuan situs setiap harinya, platform togel online tetap bermunculan dengan alamat baru.
Kesimpulan
Sejarah togel di Indonesia adalah cermin dari fluktuasi kebijakan pemerintah dan dinamika sosial. Dari alat pengumpul dana pembangunan yang legal hingga menjadi praktik ilegal yang bersembunyi di balik teknologi digital, togel tetap menjadi isu kompleks yang melibatkan aspek ekonomi, hukum, dan moralitas.
Catatan: Perjudian dalam bentuk apa pun dilarang oleh hukum di Indonesia berdasarkan UU ITE dan KUHP. Artikel ini disusun hanya untuk kepentingan edukasi sejarah dan informasi.